Senin, 07 Januari 2019

euthanasia? aborsi? bioetika?



Nama                :      Maria Natalia Lerabeni
Kelas                  :      XI IPS V
Sekolah             :      SMAN 5 Batam
M. Pelajaran    :      Agama Katolik












1.Aborsi
Apa itu aborsi?
Aborsi adalah tindakan untuk mengakhiri kehamilan dengan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Itu merupakan pengertian aborsi secara medis atau dalam ilmu kedokteran. Aborsi juga dalam pengertian negatif didefinisikan sebagai pengguguran kandungan secara sengaja karena tidak menginginkan janin tersebut (biasanya sering terjadi pada wanita yang hamil diluar nikah).
 Mengapa aborsi bisa ada? Kehamilan Remaja.  inilah yang menyebabkan mengapa timbulnya anggapan bahwa aborsi adalah sesuatu yang buruk. Hubungan intim yang dilakukan oleh anak usia remaja dan menyebabkan kehamilan semakin marak terjadi. Secara linier, aborsi pun juga semakin banyak terjadi.                                                                                                      Menyelamatkan Sang Ibu.Tentunya menimang buah hati menjadi impian para calon ibu. Namun, apabila kondisi kesehatan sang ibu tak memungkinkan untuk melanjutkan kehamilan maka terpaksa sang janin harus digugurkan.                                                                         Tekanan Keuangan. Beberapa pasangan tak mampu memenuhi kebutuhan anak. Terutama jika kehamilan ini merupakan kehamilan yang tidak direncakan. Alasan ini muncul di beberapa negara, khususnya negara dunia ketiga. Jika tidak ada calon orang tua yang akan menampung sang anak maka pilihan yang dilakukan adalah menggugurkan .                                                                                           Pemerkosaan. Salah satu peristiwa yang paling ditakuti oleh wanita tentunya adalah pemerkosaan. Terutama, jika terjadi kehamilan akibat hal tersebut Cara satu-satunya untuk keluar dari melahirkan anak yang tidak diinginkan, terkadang wanita melakukan aborsi.
Siapa pelaku aborsi?
Wanita Muda.    Lebih dari separuh atau 57% wanita pelaku aborsi, adalah mereka yang berusia dibawah 25 tahun. Bahkan 24% dari mereka adalah wanita remaja berusia dibawah 19 tahun.   
Belum Menikah.   Jika terjadi kehamilan diluar nikah, 82% wanita di Amerika akan melakukan aborsi. Jadi, para wanita muda yang hamil diluar nikah, cenderung dengan mudah akan memilih membunuh anaknya sendiri.
Untuk di Indonesia, jumlah ini tentunya lebih besar, karena didalam adat Timur, kehamilan diluar nikah adalah merupakan aib, dan merupakan suatu tragedi yang sangat tidak bisa diterima masyarakat maupun lingkungan keluarga.

Bagaimana mencegahnya?
Untuk menurunkan perkembangan aborsi pada kaula muda maka perluadanya tanggung jawab dari berbagai pihak. Secara implisit, semua elemenmasyarakat harus ikut bekerja sama untuk mencapai hal tersebut. Jika ada salahsatu saja elemen dalam masyarakat yang tidak bekerja sama, dapat dipastikanbahwa usaha-usaha yang dilakukan tidak akan efektif


2.Euthanasia

Apa itu Euthanasia?
Eutanasia (dari bahasa Yunani: ευθανασία -ευ, eu yang artinya "baik", dan θάνατος, thanatos yang berarti kematian) adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan.

Aturan hukum mengenai masalah ini berbeda-beda di tiap negara dan seringkali berubah seiring dengan perubahan norma-norma budaya maupun ketersediaan perawatan atau tindakan medis. Di beberapa negara, eutanasia dianggap legal, sedangkan di negara-negara lainnya dianggap melanggar hukum. Oleh karena sensitifnya isu ini, pembatasan dan prosedur yang ketat selalu diterapkan tanpa memandang status hukumnya
Bagaimana LANGKAH PASTORAL untuk PENCEGAHAN EUTHANASIA?

Pelayanan pastoral bagi para penderita sakit, terutama bagi orang-orang yang menghadapi masalah ketidakpastian hidup karena sakit, merupakan tanggung jawab banyak pihak. Pihak-pihak tersebut antara lain para pendeta/imam, petugas pastoral, tenaga medis dan kerabat dekat/keluarga. Dengan demikian pelayanan pasien tidak hanya menjadi tanggung jawab dari para petugas medis. Bagi pasien sendiri, pelayanan pastoral sungguh sangat membantu, sebab sesungguhnya mereka tidak hanya membutuhkan bantuan medis namun juga bantuan psikis. Bantuan yang memberi mereka semangat dan harapan untuk tetap bertahan dalam penderitaan yang sedang dialaminya. Melalui pelayanan pastoral, mereka merasa dicintai dan diperhatikan dalam situasi sakit terutama pada masa-masa akhir hidupnya. Selain itu keluarga rupanya juga membutuhkan pendampingan pastoral agar tabah menghadapi cobaan atas anggota keluarga yang sakit dan agar siap ketika anggota keluarganya itu harus meninggal.
3.Bioetika

Apa itu Bioetika?
Bioetika merupakan istilah yang relatif baru dan terbentuk dari dua kata Yunani (bios = hidup dan “ethos” = adat istiadat atau moral), yang secara harfiah berarti etika hidup. Bioetika dapat dilukiskan sebagai ilmu pengetahuan untuk mempertahankan hidup dan terpusat pada penggunaan ilmu-ilmu biologis untuk memperbaiki mutu hidup. Dalam arti yang lebih luas, bioetika adalah penerapan etika dalam ilmu-ilmu biologis, obat, pemeliharaan kesehatan dan bidang-bidang terkait.
Sebagai sebuah etika rasional, bioetika bertitik tolak dari analisis tentang data-data ilmiah, biologis, dan medis. Keabsahan campur tangan manusia dikaji. Nilai transendental manusia disoroti dalam kaitan dengan sang pencipta sebagai pemegang nilai mutlak. Terkadang, istilah bioetika juga digunakan untuk mengganti istilah etika medis, yang mencakup masalah etis tentang ilmu-ilmu biologis seperti penyelidikan tentang hewan, serta usaha-usaha manipulasi spesies-spesies bentukan genetik non manusiawi. Acap kali, penggunaan istilah bioetika dan etika medis saling dipertukarkan.


4.Virus HIV

Apa itu Virus HIV?
Virus imunodifisiensi manusia[1] (bahasa Inggris: human immunodeficiency virus; HIV ) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS.[2] Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.[2] Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina, dan ASI. HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya adalah Sel T pembantu, Makrofaga, Sel dendritik.
Bagaimana Penularan dan Pencegahannya?
HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV.[23] Cairan tertentu itu meliputi darah, semen, sekresi vagina, dan ASI.[23] Beberapa jalur penularan HIV yang telah diketahui adalah melalui hubungan seksual, dari ibu ke anak (perinatal), penggunaan obat-obatan intravena, transfusi dan transplantasi, serta paparan pekerjaan.[24] Tetapi untuk tiap satu kali tindakan, maka yang paling beresiko adalah transfusi darah dari donor darah penderita HIV dimana kemungkinan resipien terkena HIV mencapai 90 persen, sedangkan ibu hamil penderita HIV yang melahirkan dan menyusuinya kemungkinan akan menularkan pada bayinya HIV sebesar 25 persen, tetapi dengan pemberian obat-obatan dan penanganan yang tepat pada saat kelahiran dan sesudahnya, maka angka ini dapat ditekan menjadi 1 sampai 2 persen saja.Sekarang ini semua darah dari donor mengalami penapisan HIV, sehingga kasus penularan melalui transfusi darah boleh dikatakan sudah tidak ada lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar